tuas softskill

baru-baru ini dikabarkan santer oleh media massa terkemuka di Indonesia, bahwa bapak mantan Direktur Utama PLN yang pernah menjabat sebagai Menteri BUMN di era SBY kini terjerat kasus korupsi dan pencucian uang.

Menurut Kepala Kejati Jakarta, Adi Toegarisman, dalam jumpa pers pada Jumat (5/6) sore. Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dalam posisi sebagai kuasa pengguna anggaran dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Proyek ini bernilai sekitar Rp. 1,063 triliun.

Namun bukan masalah korupsi atau pencucian uang yang yang akan saya bahas disini, Melainkan bagaimana tanggapan resmi beliau setelah dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kejaksaan. mari kita baca bersama-sama.

Apa komentar Dahlan Iskan?

Penetapan saya sebagai tersangka ini saya terima dengan penuh tanggung jawab. Setelah ini saya akan mempelajari apa yang sebenarnya terjadi dengan proyek-proyek gardu induk tersebut karena sudah lebih dari tiga tahun saya tidak mengikuti perkembangannya.

Saya ambil tanggung jawab ini karena sebagai KPA saya memang harus tanggung jawab atas semua proyek itu. Termasuk apa pun yang dilakukan anak buah. Semua KPA harus menandatangani surat pernyataan seperti itu dan kini saya harus ambil tanggung jawab itu.

Saya juga banyak ditanya soal usulan-usulan saya untuk menerobos peraturan-peraturan yang berlaku. Saya jawab bahwa itu karena saya ingin semua proyek bisa berjalan. Saya kemukakuan pada pemeriksa bahwa saya tidak tahan menghadapi keluhan rakyat atas kondisi listrik saat itu. Bahkan beberapa kali saya mengemukakan saya siap masuk penjara karena itu.

Kini ternyata saya benar-benar jadi tersangka. Saya harus menerimanya. Hanya saya harus minta maaf kepada istri saya yang dulu melarang keras saya menerima penugasan menjadi Dirut PLN karena hidup kami sudah lebih dari cukup.

Saya akan minta teman-teman direksi PLN untuk mengijinkan saya melihat dokumen-dokumen lama karena saya tidak punya satu pun dokumen PLN.

Tanggapan saya :

Dari awal saya membaca tentang kasus ini, saya langsung berfikir bahwa menurut saya dahlan iskan tidak bersalah, mungkin saja dia di fitnah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan yang melakukan tindak pidana korupsi merupakan bawahannya yang tidak di ketahui oleh dahlan iskan, karena pada saat itu dahlan iskan masih menjadi menteri BUMN jadinya segala tuduhan di limpahkan kepada dahlan iskan.

Dan benar saja dahlan iskan hanya menjadi saksi, Kejaksaan Agung telah menetapkan dua orang tersangka yaitu mantan petinggi di Kementerian BUMN sekaligus Direktur Utama Perusahaan Umum Perikanan Indonesia, Agus Suherman dan Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi.

Namun Dahlan Iskan menerima dengan penuh tanggung jawab dan lapang dada setelah mengetahui dirinya ditetapkan sebagai tersangka korupsi, Walaupun sebenarnya beliau tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi dan apa yang dilakukan anak buahnya pada proyek pengadaan gardu PLN tersebut.

Pada kenyataannya apa yang telah terjadi tidak bisa diulang kembali, beliau harus menerima apapun konsekuensinya. Karena seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas semua perbuatan anak buahnya. Walaupun sebenarnya pemimpin tersebut tidak bersalah akan tetapi pertanggungjawaban itu suatu saat pasti akan dipertanyakan, baik di dunia maupun di akhirat.

Nama : sherly yunita

Kelas :3DA02

Iklan

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA

Analisis sumber dan penggunaan dana, atau sering disebut dengan analisis dana, merupakan alat finansial yang digunakan untuk mengetahui dari mana dana didapatkan dan untuk apa itu digunakan. Pengertian dana yang digunakan dalam analisis sumber dan penggunaan dana dalam arti sempit diartikan sebagai KasSedangkan dalam arti luas diartikan sebagai Modal Kerja.

Menyusun laporan sumber dan penggunaan dana, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat Laporan Perubahan Neraca yang disusun dari neraca dari dua tahun berurutan. Laporan ini menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca dari neraca awal menjadi neraca akhir. Perubahan masing-masing elemen tersebut perlu dilakukan analisis, yaitu elemen-elemen mana saja yang akan memperkecil dana. Elemen yang memperbesar dana akan menjadi Sumber Dana, dan elemen yang memperkecil dan akan menjadi penggunaan dana

Dana dalam artian Modal Kerja Dalam laporan sumber dan penggunaan modal kerja tidak tercantum didalamnya sumber-sumber dari penggunaan dana yang berasal dari unsur-unsur modal kerja sendiri, karena perubahan-perubahan yang hanya menyangkut unsur-unsur aktiva lancar dan hutang lancar saja.
Dengan demikian, maka jumlah modal kerja hanya akan berubah jika ada perubahan unsur-unsur Non-Current Account. Sumber modal kerja yaitu yang mempunyai efek memperbesar modal, sedangkan Penggunaan modal kerja adalah yang mempunyai efek yang mengurangi modal kerja.

Catatan:
Apabila Sumber > Penggunaan berarti mempunyai efek positif terhadap modal kerja yaitu menambah modal kerja.
Apabila Sumber < Penggunaan berarti mempunyai efek negatif terhadap modal kerja yaitumemperkecil modal kerja.
Apabila Sumber = Penggunaan, maka tidak ada efek terhadap modal kerja, yaitu modal kerja tidak berubah.

makalah-manajemen-13-638 - Copy

Dari tabel diatas dapat kita ketahui bahwa terjadi kenaikan modal dari tahun 2001 ke 2002 yaitu sebesar Rp 12.000.000 dengan rincian modal kerja pada tahun 2001 dan 2002 masing-masing Rp 62.600.000 dan Rp 74.600.000

makalah-manajemen-13-638

Analisa: Karena jumlah penggunaan  sumber yaitu sebesar Rp205.550.000, maka penggunaan sebesar Rp 205.550.000 tersebut Penggunaan, maka tidak ada efek terhadap modal kerja, yaitu modal kerja tidak berubah.Dari laporan sumber dan penggunaan dana modal kerja diatas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan dana yang paling menonjol adalah untuk cash deviden , mesin , tanah dan piutang dagang

ANALISIS RATIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS  

Analisis Ratio Likuiditas, Solvabilitas, dan Rentabilitas dibawah ini menggunakan Laporan Keuangan Neraca dan Laba Rugi dari PT. Gudang garam Tbk Tahun 2008

  1. Ratio Likuiditas
    1. Current Ratio= Aktiva Lancar/Hutang Lancar = 17.955.845/9.437.259 = 2
    Artinya setiap Rp.1 Hutang Lancar dijamin oleh 2 Aktiva Lancar
  2. Quick Ratio= (Aktiva Lancar – Persediaan) / Hutang Lancar = (17.955.845– 14.016.039) / 9.437.259 = 0.42
    Artinya, keadaan perusahaan yang mampu membayar hutang karena dikurangi persediaan
  3. Cash Ratio= Kas / Hutang Lancar = 411.689/9.437.259 = 0.04
    Artinya, keadaan perusahaan yang mampu membayar hutang lancar dari kas atau setiap Rp 1 Hutang lancar dijamin oleh0.04 Kas.
  4. Ratio Solvabilitas
    1. Debt To Equtiy Ratio= Total Kewajiban/Modal = 10.359.076/962.044= 10.77
    Debt To Equity Ratio ini menggambarkan sampai sejauh mana modal pemilik dapat menutupi hutang-hutang pada pihak luar dan digunakan untuk mengukur hingga sejuah mana perusahaan dibiayai oleh hutang.
  5. Debt Ratio= Total Kewajiban/Total Aktiva = = 10.359.076/24.904.022= 0,42 = 42%
    Artinya bahwa setiap Rp.100,- pendanaan perusahaan Rp.42,- dibiayai dengan utang dan Rp.58 disediakan oleh   pemegang saham.
  6. Ratio Rentabilitas
    1. Gross Profit Margin= Laba Kotor / Penjualan Bersih = 2.427.250 / 15.056.347 = 0,16 = 16%
    Artinya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan menghasilkan laba kotor dari pejualan bersih adalah sebesar 16%
  7. Net Profit Margin= Laba bersih setelah pajak / Penjualan Bersih = 891.358 /15.056.347 = 0,06 = 6%
    Artinya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualan bersih adalah sebesar 6%
  8. Rentabilitas Ekonomi= Laba bersih sebelum pajak / Total Aktiva = 1.313.392 / 29.904.022 = 0,04 = 4%

laporan keuangan :

laporan-keuangan-pt-gudang-garam-tbk

Teori Analisis Rasio

Analisis laporan keuangan bersifat relatif karena didasarkan pengetahuan dan menggunakan rasio atau nilai relatif.

Analisis rasio adalah suatu metode perhitungan dan interpretasi rasio keuangan untuk menilai kinerja dan status suatu perusahaan.


Jenis jenis rasio perbandingan :

Ada 3 jenis rasio perbandingan :

A. Cross sectional analysis (analisis perusahaan sejenis pad waktu yg sama ) = membandingkan rasio rasio keuangan beberapa perusahaan pada saat yang sam termasuk membandingkan rasio rasio dengan perusahaan lain yang sejenis atau dapat pula di bandingkan dengan rasio rata rata industri.

B.time series analysis (analisis deret berkala) = membandingkan kinerja keuangan perusahaan dalam beberapa periode dengan menggunakan analisis rasio keuangan

C. Combined analysis (analisis gabungan) = gabungan antara Cross sectional analysis dan time series analysis 

Hal yang perlu di perhatikan dalam analisis rasio adalah sebagai berikut :

a. Pos pos dalam neraca harus menggunakan pedoman

b. untuk mengetahui gambaran posisi keuangan  maka di perlukan analisis yang lengkap salah satuny rasio lokuiditas

c. Laporan keuangan yang di bandingkan harus dalam periode yang sama

d. Menggunakan laporan keuangan yang sudah di audit oleh kantor akuntan publik

e. Perlu di yakini bahwa data laporan keuangan yang di gunakan menggunakan konsistensi , yaitu disusun dengan metode yang sama

Rasio keuangan

Rasio keuangan yang dapat di gunakan terdiri dari 6 kategori yaitu :

A. Rasio likuiditas

B. Rasio aktivitas

C. Rasio liabilitas

D. Rasio profitabilitas

E. Rasio pertumbuhan

F. Rasio penilaian


Sumber : buku “pengantar manajemen keuangan” karangan Prof. Dr. Dermawan Sjahrial, M.M edisi 4 , tahun 2012


cara membuat spaghetti bolognese

Bahan

Saus spaghetti :

2 sdm minyak goreng2 siung bawang putih, memarkan2 buah bawang bombay, potong bulat200 gr daging sapi cincang200 gr daging babi cincang150 ml air100 gr saus tomat2 buah tomat, buang bijinya, potong dadu1 sdm kecap manis3 sdm tepung maizena, larutkan dengan 20 ml1 sdt merica bubuk

Pelengkap:

100 gr keju parut

Cara membuat :

Rebus spaghetti selama 20 menit, beri minyak zaitun dan garam. Tiriskan, buang airnya dan sisihkan.Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan daging sapi dan daging babi cincang, masak hingga berubah warna.Tambahkan saus tomat dan tomat yang dipotong, kemudian tambahkan air. Masak hingga mendidih.Beri larutan tepung maizena, tambahkan kecap manis dan merica bubuk, masak hingga mengental.Penyajian:Tata spageti di atas piring, beri saus di atasnya, taburi dengan keju parut dan sajikan hangat-hangat

tugas softskill 3

A. Pengertian CBIS

Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.

Data

Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.

Informasi

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Sistem

Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.

Sistem Informasi

Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Berbasis Komputer

Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain.

SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.

Tugas utama sistem informasi ini adalah:

• Pengumpulan data

• Manipulasi data

• Penyimpanan data

• Menyediakan dokumen

Pengumpulan Data

Setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang melibatkan elemen lingkungan maka kegiatan tersebut disebut dengan transaksi, tindakan tersebut dijelaskan dengan sebuah catatan data, pencatatan ini dikenal dengan istilah pengolahan transaksi. Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

Manipulasi Data

Adalah tugas yang berupa pengubahan data menjadi informasi. Manipulasi data meliputi:

• Classification, identifikasi dan pengelompokan data menggunakan pengkodean terhadap catatan transaksi.

• Sorting, penyusunan sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lainnya.

• Calculating, operasi aritmetika dan logika yang dilakukan pada eleem data.

• Summarizing, penyimpulan data sehingga dihasilkan total, rata-rata dan lain-lain.

Penyimpanan Data

Data yang telah dicatat kemudian disimpan dalam media penyimpanan sekunder, dan diintegrasikan secara logis dalam bentuk database.

Penyediaan Dokumen

SIA menghasilkan informasi untuk individu atau organisasi baik didalam maupun diluar perusahaan, yang dipicu oleh dua hal, yaitu:

• Tindakan, yaitu output yang dihasilkan jika terjadi sesuatu.

• Waktu, yaitu output yang dihasilkan pada saat tertentu.

Karakteristik SIA

• Melaksanakan tugas yang diperlukan.

• Berpegang pada prosedur yang relatif standar.

• Menangani data yang rinci.

• Berfokus pada historis.

• Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal

http://www.perpuskita.com/cbis/624/

Terkirim dari Samsung Mobile.C. Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer

Sub sistem dari CBIS adalah :

1. Sistem Informasi Akuntansi

2. Sistem Informasi Manajemen

3. Sistem Pendukung Keputusan

4. Automasi Kantor (Virtual Office)

5. Sistem Pakar

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain.

SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.

Tugas utama sistem informasi ini adalah:

• Pengumpulan data

• Manipulasi data

• Penyimpanan data

• Menyediakan dokumen

Pengumpulan Data

Setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang melibatkan elemen lingkungan maka kegiatan tersebut disebut dengan transaksi, tindakan tersebut dijelaskan dengan sebuah catatan data, pencatatan ini dikenal dengan istilah pengolahan transaksi. Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

Manipulasi Data

Adalah tugas yang berupa pengubahan data menjadi informasi. Manipulasi data meliputi:

• Classification, identifikasi dan pengelompokan data menggunakan pengkodean terhadap catatan transaksi.

• Sorting, penyusunan sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lainnya.

• Calculating, operasi aritmetika dan logika yang dilakukan pada eleem data.

• Summarizing, penyimpulan data sehingga dihasilkan total, rata-rata dan lain-lain.

Penyimpanan Data

Data yang telah dicatat kemudian disimpan dalam media penyimpanan sekunder, dan diintegrasikan secara logis dalam bentuk database.

Penyediaan Dokumen

SIA menghasilkan informasi untuk individu atau organisasi baik didalam maupun diluar perusahaan, yang dipicu oleh dua hal, yaitu:

• Tindakan, yaitu output yang dihasilkan jika terjadi sesuatu.

• Waktu, yaitu output yang dihasilkan pada saat tertentu.

Karakteristik SIA

• Melaksanakan tugas yang diperlukan.

• Berpegang pada prosedur yang relatif standar.

• Menangani data yang rinci.

• Berfokus pada historis.

• Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal.

Peran SIA Dalam CBIS

• SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar.

• SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)

Adalah suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas formal perusahaan atau subunit dibawahnya,

Sumber daya SIM

Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan periodik, laporan khusus, dan hasil simulasi matematika, output informasi tersebut digunakan manajer saat mereka membuat keputusan untuk pemecahan masalah.

Semua informasi tersebut memiliki karakteristik yang sama untuk bidang area fungsional (marketing, manufaktur, sdm, dan keuangan), level manajemen (operational, manajerial, dan strategis), dan user (manajer atau non manajer) SIM informasi memperoleh data dari database, dimana database tersebut berisi data dan informasi dari SIA dan dari lingkungan.

Suatu SIM bisa juga merupakan suatu sistem informasi antar organisasi (IOS) jika SIM terkoneksi dengan SIM pada perusahaan lain misalnya dengan Suplier.

SIM dan SIA

SIM menggunakan data yang disediakan SIA dalam database, dan informasi lain yang berasal dari lingkungan. Isi dari database tersebut digunakan oleh software untuk membuat laporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika untuk mensimulasikan aspek operasi perusahan, Berbeda dengan SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.

SIM & EntIS

SIM akan terbentuk secara utuh jika semua sistem informasi organisasi telah terbentuk dan terkoneksi satu sama lain. Data dan informasi disimpan dalam satu database yang sama dan dapat dipergunakan pada area fungsional yang lain. SIM merupakan dasar terbentuknya sistem informasi yang lebih canggih dan kompleks yang baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir, yaitu Sistem Informasi Perusahaan dikenal juga dengan nama Enterprise Information System (EntIS)

Software Pembuat Laporan

Software pembuat laporan adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus. Dari bentuknya laporan periodik dan laporan khusus mungkin terlihat sama. Perbedaan terdapat dari timeliness dan time horizon.Laporan periodik disiapkan sesuai jadwal tertentu, SIM periode awal terbatas pada penyediaan laporan periodik saja, tetapi hal ini menjadi sukar diterima ketika SIM telah menerapkan HRIS dan EIS.

Laporan khusus disediakan jika terjadi sesuatu yang luar biasa, sepertl laporan kecelakaan di manufaktur, atau laporan tertentu yang diperoleh dari query database. Laporan khusus biasanya mengambarkan sesuatu yang sedang terjadi atau baru saja terjadi, berbeda dengan laporan periodik yang lebih berorientasi pada masa lalu atau apa yang telah terjadi.Laporan bisa juga merupakan gabungan dari laporan periodik dan laporan khusus, misalnya untuk membandingkan pendapatan pada saat ini dengan laporan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan seperti ini disebut dengan Management by exception.

Management by exception dapat dimasukan kedalam laporan dalam empat cara yaitu.

• Laporan jika terjadi pengecualian, seperti pada contoh berikut, data yang ditampilkan hanya untuk data lembur saja.

• Laporan menggunakan urutan untuk menonjolkan suatu pengecualian. Laporan berikut memperlihatkan komoditas mana yang memiliki nilai penjualan terbesar sampai terkecil.

• Laporan berdasarkan pengelompokan suatu pengecualian. Laporan dirancang sehingga manajer dapat mencari perkekecualian pada area tertentu, misalnya jika dia ingin melihat piutang yang berumur lebih dari 90 hari.

• Laporan yang menunjukan variansi dari normal, misalnya laporan yang ingin menunjukan berapa perbedaan antara arget penjualan dan penjualan sebenarnya.

Model Matematika

Jenis software SIM kedua berbentuk model matematika. Model matematika dapat dikategorikan dalam tiga karakteristik yaitu pengaruh waktu, tingkat keyakinan, dan kemampuan optimisasi. Model matematika berdasarkan pengaruh waktu dapat dibedakan menjadi model statis atau dinamis, model dinamis memiliki variabel waktu, sehingga hasil simulasi akan berdasarkan pada periode analisisnya. Model matematika berdasarkan tingkat keyakinan, mencakup model deterministik atau model probabilistik. Model deterministik adalah model yang hasilnya akan diketahui dengan pasti jika nilai variabel-variabel yang membentuknya diketahui. Model probabilistik akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan walaupun variabel yang membentuknya diketahui dengan pasti.

Model berdasarkan kemampuan optimasi dibedakan menjadi model optimasi atau suboptimasi. Model optimasi adalah model yang dapat memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, untuk mencapai model ini masalah harus memiliki struiktur yang sangat baik. Model suboptimasidisebut juga model satisficing model, memungkinkan manajer memasukan serangkaian keputusan dan model akan memproyeksikan hasilnya, model ini tidak mengidentifikasi keputusan terbaik melainkan membantu manajer memutuskan hal itu.

Model EOQ adalah model yang memiliki karakteristik statis, deterministik, dan optimasi.

Kelebihan dan Kelemahan Model Matematika

Seorang manajer yang menggunakan model matematika akan memperoleh keuntungan:

• Pembuatan model merupakan pengalaman belajar.

• Kecepatan simulasi menyediakan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan secepat mungkin dibanding menunggu setelah keputusan dibuat.

• Model menyediakan daya prediksi yang tidak dapat disediakan oleh metode penghasil informasi lain.

• Model lebih murah dari pada metode trial and error. Pembuatan model memang mahal tetapi tidak artinya dibanding dampak dari keputusan yang buruk.

Kelemahan utama penggunaan model matematika:

• Tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembuatan model sistem bisnis sering menghasilkan tidak mencakup semua faktor yang mempengaruhi. Hilangnya faktor dominan akan sangat mempengaruhi kualitas informasi yang dihasilkannya.

• Dibutuhkan tingkat keahlian matematik yang tinggi untuk mendapatkan model yang tepat. Identifikasi faktor secara lengkap tidak akan berguna jika pemodel tidak memiliki kemampuan untuk menghubungkannya dengan operator-operator matematika yang tepat.

Output Model

Simulasi model dapat disajikan dalam dua bentuk tampilan output yaitu:

• Output tabel, yaitu output berupa tampilan huruf dan angka yang digunakan jika semua data perlu ditampilkan.

• Output Grafik, muncul setelah era komputer WYSIWYG, di rintis oleh Lotus dam Microcomputer. Kini tampilan grafik menjadi suatu fiturt wajib yang harus disediakan sistem informasi.

Grafik memiliki kemampuan untuk:

• Menyimpulkan dengan cepat

• Mendeteksi trend dari waktu ke waktu.

• Meramalkan suatu kejadian.

• Mencari gambaran sederhana dari suatu situasi.

Memilih grafik yang baik menurut Jarvenpaa & Dicson adalah:

• Diagram garis/batang, digunakan untuk menyimpulkan data.

• Diagram garis/batang berkelompok, untuk melihat trend.

• Diagram batang berkelompok lebih baik dari pie chart, untuk menyajikan bagian-bagian dari suatu keseluruhan.

• Diagram garis/batang berkelompok, baik untuk membandingkan berbagai pola variabel dibanding diagram garis/batang bertumpuk.

• Gunakan batang horisontal dari pada batang vertikal saat membandingkan berbagai variabel.

• Tempatkan nilai pada ujung batang horisontal untuk memudahkan pembacaan.

• Gunakan garis tunggal atau batang untuk membandingkan titik-titik data individual antara variabel.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (Decision Support System)

Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang.

Keputusan terbagi menjadi:

• Keputusan terprogram, bersifat berulang dan rutin.

• Keputusan tak terprogram, bersifat baru dan tidak terstruktur, tidak ada metode pasti untuk menanganinya karena belum pernah terjadi sebelumnya.

Manajer melakukan empat tahap pengambilan keputusan, yaitu:

• Kegiatan Intelejen, mengamati lingkungan untukmencari kondisi yang perlu diperbaiki.

• Kegiatan Merancang, menemukan, mengembangkan, dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin.

• Kegiatan Memilih, memilih salah satu rangkaian tindakan diantara alternatif.

• Kegiatan Review, menilai pilihan-pilihan yang lalu.

Jenis DSS

Jenis pertama hanya memungkinkan manajer mengambil elemen keputusan, seperti bertanya berapa jumlah penjualan wilayah X.

• Jenis kedua menungkinkan memperoleh laporan khusus dari suatu file, misalnya laporan persediaan.

• Jenis ketiga memungkinkan manajer mendapat laporan yang berasal dari berbagai file, seperti laporan laba rugi.

• Jenis keempat memungkinkan manajer melihat dampak-dampak berbagai keputusan. Misalnya perubahan harga produk dan implikasinya terhadap keuntungan.

• Jenis kelima memungkinkan manajer menerima usulan keputusan, misalnya memperolah harga jual optimal yang diproleh dari sebuah model matematika.

• Jenis keenam adalah DSS yang mampu memberikan keputusan, misalnya komputer yang memutuskan besarnya premi untuk nasabah berusia dibawah 25, bekerja di Trans Am, Tinggal Di Houston dll.

Tiga DSS pertama cukup dengan menggunakan database query, sedangkan tiga terakhir harus menyertakan model matematika.

Tujuan DSS

• Membantu manajer membuat keputusan untuk pemecahan masalah semi terstruktur.

• Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.

• Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer dari pada efisiensinya.

SISTEM PAKAR (ES)

Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri.

Karakteristik Sistem Pakar

• Memiliki kemampuan belajar atau memahami masalah dari pengalaman.

• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi baru.

• Mampu menangani masalah yang kompleks (semi terstruktur).

• Memecahkan masalah dengan penalaran.

• Menggunakan pengetahuan untuk menyelasaikan masalah.

Bagian Sistem Pakar

User Interface, adalah bagian yang memungkinkan manajer mamasukan instruksi dan informasi kedalam dan menerima informasi dari sistem pakar.

1. Input terdapat empat metode yaitu

• Menu

• Commands

• Natural Languange

• Customized Interfaces

2. Output Sistem Pakar , antara lain:

• Penjelasan dari pertanyaan

• Penjelasan dari penyelesaian masalah

3. Knowledge Base, adalah bagian yang memuat fakta-fakta yang menjelaskan area masalah, dan juga teknik menerangkan masalah yang menjelaskan bagaimana fakta-fakta tersebut cocok satu dengan yang lain dalam urutan yang logis. Istilah problem domain digunakan untuk menjelaskan area masalah.

4. Interference Engine, adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran dengan menggunakan isi knowledge base berdasarkan urutan tertentu. Selama konsultasi, interference engine menguji aturan-aturan satu persatu dan ketika kondisi benar naka satu tindakan diambil.

5. Development Engine, adalah alat yang digunakan untuk menciptakan sistem pakar, dalam hal ini dua alat yang biasa digunakan adalah bahasa pemrograman dan ES shell.

Contoh Sistem Pakar

• XSEL, Sistem pakar yang bertindak sebagai asisten penjual di agen penjualan komputer DEC, yang membantu pelanggan memilih komputer yang sesuai dengan kebutuhannya.

• MYCIN, Sistem pakar yang dikembangkan di Stanford University tahun 19870-an dengan tujuan membantu petugas medis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan bakteri.

• PROSPECTOR, Sistem yang diciptakan Richard Duda, Peter Hard, dan Rene Reboh tahun 1978 yang menyediakan kemampuan seorang ahli geologi.

AUTOMASI KANTOR (OA)

Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Pengguna OA dibagi menjadi empat kategori yaitu:

• Manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan.

• Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekretaris dan pegawai administrasi.

• Sekretaris, ditugaskan untuk membantu pekerja terdidik (Manajer & Profesional) untuk melaksanakan berbagai tugas korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.

• Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengioperasikan mesin fotokopi, menyususn dokumen, menyimpan dokumen, dan mengirim surat.

Tujuan OA

• Menghindari Biaya, komputer tidak dapat menggantikan pegawai saat ini, tetapi setidaknya menunda penambahan poegawai yang diperlukan untuk menangani penambahan beban kerja,

• Pemecahan Masalah kelompok, memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer

• Pelengkap, OA tidak dapat menggantikan komunikasi interpersonal tradisional seperti tatap muka, percakapan telepon, tulisan memo, dan sejenisnya, tetapi OA bersifat melengkapi sehingga jika dikombinasikan dengan media tradisional akan memberikan sinergi.

Aplikasi OA

• Word Processing

• E-Mail

• Voice Mail

• Electronic Calendaring

• Audio Conferencing

• Video Conferencing

• Computer Conferencing

• Facsimile

• Videotex

• Imaging

• Desktop Publishing

D. Kontribusi CBIS

Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :

o penghematan waktu (time saving)

o penghematan biaya (cost saving)

o peningkatan efektivitas (effectiveness)

o pengembangan teknologi (technology development)

o pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).

Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.

referensi : http://www.perpuskita.com/cbis/624/

http://4jipurnomo.wordpress.com/computer-based-information-system-cbis/

. SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF (SUB UNIT UTAMA ORGANISASI)

Merupakan suatu sistem yang khusus dirancang bagi para manajer pada Tingkat Perencanaan Strategis.

Database perusahaan berisi data dari SIA dan dilengkapi dengan electronic mail boxes yang digunakan para eksekutif untuk mengirimkan dan menerima surat elekronik dan kalender elektronik. Rute ke EIS

Spesialis Informasi dapat mengembangkan perangkat lunak pesanan.

Eksekutif dapat menggunakan perangkat lunak produktifitas perorangan seperti spreadsheet elektronik, sistem manajemen database, dll

Perusahaan dapat membeli software EIS khusus.

2. SISTEM INFORMASI PEMASARAN

Menyediakan Informasi untuk memecahkan masalah Pemasaran Perusahaan.

SUBSISTEM INPUT PEMASARAN :

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, menyediakan catatan penjualan yang terinci, yang dapat menjadi dasar bagi laporan periodic dan khusus atau model matematika.

SUBSISTEM PENELITIAN PEMASARAN, mengumpulkan data mengenai segala aspek operasi pemasaran penjualan, terutama aspek-aspek yang berkaitan dengan pelanggan atau calon pelanggan.

SUBSISTEM INTELIJEN PEMASARAN, mengumpulkan data dan informasi mengenai pesaing perusahaan.

3. SUBSISTEM OUTPUT PEMASARAN :

SUBSISTEM PRODUK, semua software yang menginformasikan manajer mengenai produk tertentu.

SUBSISTEM TEMPAT, semua software yang menjelaskan cara produk didistribusikan ke pelanggan.

SUBSISTEM PROMOSI, software yang memberitahukan manajer mengenai penjualan langsung dan periklanan.

SUBSISTEM HARGA, semua informasi mengenai harga produk tertentu.

SUBSISTEM BAURAN TERINTEGRASI, memungkinkan manajer mengembangkan strategi pemasaran.

4. SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

Menyediakan Informasi untuk digunakan dalam pemecahan masalah manufaktur.

5. SUBSISTEM INPUT MANUFAKTUR :

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, menyediakan data input bagi aplikasi manufaktur.

SUBSISTEM REKAYASA INDUSTRI, menjelaskan operasi manufaktur internal. Terdiri dari para Industrial Engineering yang mempelajari proses produksi dan membuatnya lebih efisien.

SUBSISTEM INTELIJEN MANUFAKTUR, menyediakan data dan informasi mengenai 2 elemen dalam lingkungan perusaaan – pemasok dan serikat buruh.

6. SUBSISTEM OUTPUT MANUFAKTUR

SUBSISTEM PRODUKSI, mengukur proses produksi dalam hal waktu, menelusuri arus kerja dari langkah satu ke langkah berikutnya.

SUBSISTEM PERSEDIAAN, mengukur volume kegiatan produksi saat persediaan diubah dari bahan mentah menjadi barang dalam proses dan akhirnya barang jadi.

SUBSISTEM KUALITAS, mengukur kualitas bahan. Memeriksa kualitas bahan mentah saat diterima dari pemasok, pemeriksaan mutu dilakukan pada berbagai titik dalam proses produksi, dan pemeriksaan terakhir dilakukan pada barang jadi.

SUBSISTEM BIAYA, menghitung biaya yang dibutuhkan selama proses produksi.

7. SISTEM INFORMASI KEUANGAN

Menyediakan informasi mengenai arus uang bagi para pemakai diseluruh perusahaan SUBSISTEM INPUT KEUANGAN :

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, menyediakan data input bagi aplikasi keuangan.

SUBSISTEM AUDIT INTERNAL, membantu SIA dalam menyediakan data dan informasi internal dengan penelitian khusus yang dilakukan auditor internal.

SUBSISTEM INTELIJEN KEUANGAN, mengumpulkan informasi dari elemen-elemen lingkungan yang mempengaruhi arus uang masyarakat keuangan, pemegang saham dan pemilik serta pemerintah.

5. SUBSISTEM OUTPUT KEUANGAN :

SISTEM PERAMALAN, melakukan peramalan jangka panjang 5 – 10 tahun kedepan untuk menyediakan dasar bagi perencanaan strategis.

SUBSISTEM MANAJEMEN DANA, berkaitan dengan arus uang melalui perusahaan

SUBSISTEM PENGENDALIAN, menyiapkan anggaran operasi tahunan dan kemudian menyediakan informasi umpan balik kepada manajer sehingga mereka dapat memantau biaya aktual dibandingkan dengan anggaran.

6. SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

Sistem yang meyediakan informais mengenai sumber daya manusia dalam perusahaan. SDM bertanggung jawab membawa personil dari lingkungan ke perusahaan.

7. SUBSISTEM INPUT HRIS :

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, menyediakan data yang berhubungan dengan personil perusahaan.

SUBSISTEM PENELITIAN SUMBER DAYA MANUSIA, penelitian khusus mengenai pekerjaan-pekerjaan perusahaan. Penelitian ini mengungkapkan tugas-tugas pekerjaan yang harus dilaksanakan, pengetahuan dan keahlian yang diperlukan daan tingkat kompensasi yang sesuai.

SUBSISTEM INTELIJEN SUMBER DAYA MANUSIA, mengetahui perkembangan terakhir dari berbagai pengaruh lingkungan yang mempengaruhi arus personil.

8. SUBSISTEM OUTPUT HRIS :a

SUBSISTEM PERENCANAAN ANGKATAN KERJA, melibatkan semua kegiatan yang memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasi kebutuhan pegawai dimasa datang.

SUBSISTEM PEREKRUTAN, digunakan untuk menelusuri lamaran-lamaran kerja sebelum dipanggil (perusahaan membawa pegawai baru kedalam organisasi melalui subsistem perekrutan).

SUBSISTEM MANAJEMEN ANGKATAN KERJA, dalam hal jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem terbesar dengan 7 aplikasi seperti : penilaian kerja, pelatihan, pengendalian posisi, relokasi, keahlian/kompetensi, suksesi dan pendisiplinan.

SUBSISTEM KOMPENSASI, untuk mengkompensasikan para pegawai untuk pekerjaan mereka.

SUBSISTEM BENEFIT, mencakup berbagai aplikasi yang mendukung baik pegawai yang masih bekerja maupun telah pensiun.

SUBSISTEM PELAPORAN LINGKUNGAN,     bertanggung jawab melaporkan kebijakan dan praktek personalia SDM kepada pemerintah.

Sistem pendukung keputusan terdiri atas tiga komponen utama yaitu [10]:

1.   Subsistem pengelolaan data (database).

2.   Subsistem pengelolaan model (modelbase).

3.   Subsistem pengelolaan dialog (userinterface).

Sub sistem pengelolaan data (database)

Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System).

Sub sistem pengelolaan model (model base)

Keunikan dari SPK adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tidak mampu mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada setiap model yang disimpan hendaknya ditambahkan rincian keterangan dan penjelasan yang komprehensif mengenai model yang dibuat.

Subsistem pengelolaan dialog (user interface)

Keunikan lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat.

Fasilitas yang dimiliki oleh subsistem dialog dibagi menjadi tiga komponen [10]:

1.   Bahasa aksi (action language), yaitu suatu perangkat lunak yang dapat digunakan oleh user untuk berkomunikasi dengan sistem, yang dilakukan melalui berbagai pilihan media seperti keyboard, joystick dan keyfunction yang lainnya.

2.   Bahasa tampilan (display and presentation language), yaitu suatu perangkat yang berfungsi sebagai sarana untuk menampilkan sesuatu. Peralatan yang digunakan untuk merealisasikan tampilan ini diantaranya adalah printer, grafik monitor, plotter, dan lain-lain.

3.   Basis pengetahuan (knowladge base), yaitu bagian yang mutlak diketahui oleh pengguna sehingga sistem yang dirancang dapat berfungsi secara interaktif.

OTORISASI KANTOR

Otomatisasi kantor (OA) mencakup semua system elektronik formal dan informal yang terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang orang di dalam maupun diluar perusahaan. OA dimaksudkan untuk memudahkan segala jenis komunikasi, baik lisan maupun tertulis.

Kemampuan OA untuk menghubung orang secara elektronik telah membuka cara baru melakukan pekerjaan kantor, di manapun pegawai berada dapat melakukan pekerjaan tersebut. Kemampuan ini disebut Kantor maya. Pekerjaan kantor dapat dilakukan di lokasi geografis manapun selama tempat kerja itu terhubung dengan lokasi tetap perusahaan melalui sejenis komunikasi elektronik.

Dampak Kantor maya, berkembangnya Telecommuting, yaitu kemampuan komunikasi data dua arah secara elektronik menggunakan fasilitas komunikasi.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN KANTOR MAYA

Keuntungannya

Pengurangan biaya fasilitas

Perusahaan tidak harus memiliki kapasitas kantor yang besar, sehingga mengurangi biaya sewa dan perluasan kantor.

Pengurangan biaya peralatan

Telecommuter dapat berbagi peralatan seperti halnya para peserta LAN dalam berbagi sumber daya.

Jaringan komunikasi formal

Meningkatnya perhatian pada kebutuhan telecommuter berpotensi menghasilkan komunikasi yang lebih baik daripada jika semua pegawai bekerja di lokasi yang tetap.

Pengurangan penghentian kerja

Dengan kantor maya, keadaan cuaca tidak mempengaruhi kegiatan transportasi kerja.

Kontribusi sosial

Kantor Maya memungkinkan perusahaan mempekerjakan pegawai yang tidak memiliki peluang kerja diluar tempat tinggalnya.

Kerugiannya

Rasa tidak memiliki

Kurangnya kontak langsung antar pegawai, membuat berkurangnya perasaan menjadi bagian penting dari suatu organisasi.

Takut kehilangan pekerjaan

Kurangnya rasa keterkaitan  dengan operasional perusahaan, maka pegawai merasa mudah untuk dilepaskan/ dipecat.

Semangat kerja yang rendah

Tidak adanya interaksi berupa umpan balik secara langsung dari rekan maupun atasan, kemudian biasanya gaji bagi telecommuter lebih rendah, maka akan mempengaruhi semangat kerja

Ketegangan keluarga

Ketegangan keluarga akan sangat berpengaruh pada kinerja para telecommuter.

Pengantar Sistem Pakar

Artificial Intelligence merupakan suatu aktivitas untuk menyediakan berbagai mesin seperti komputer dengan menampilkan perilaku dengan penalaran yang cerdas apabila diamati sebagai manusia. Artificial Intelligence menyajikan berbagai aplikasi komputer yang canggih untuk menyamai berbagai jenis penalaran manusia.

Bidang Artificial Intelligence

1. Jaringan Syaraf (Neural Network)

2. Sistem Persepsi (Perceptive System)

3. Belajar (Learning)

4. Robot (Robotics)

5.Perangkat Keras Ai (Artificial  Intelligence)

6.Pemrosesan Bahasa Alamiah (Natural Language Processing)

Sistem Pakar (Expert System) merupakan suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar, misalnya : Dokter, Lawyer, Analist Keuangan, Tax Advisor. Sistem pakar dapat mendorong perhatian besar diantara ahli komputer dan spesialist informasi untuk mengembangkan sistem membantu manajer dan non manajer memecahkan masalah.

Sistem pakar terdiri atas 4 Komponen:

1. User Interface

2. Knowledge Base

3. Inference Engine

4. Development Engine

Sistem Pakar memberikan banyak keuntungan bagi operasi perusahaan dan manajer, tetapi memiliki keterbatasan significan.

User Interface

User interface digunakan manajer untuk meng-enter instruksi dan informasi dari sistem.

Metode input yang digunakan oleh manajer yaitu:

MenuCommandNatural LanguageOutput ES memakai 2 bentuk penjelasan (explanation) :Explanation of QuestionExplanation of Problem Solution

Knowledge Base (KB)

Knowledge base terdiri dari fakta yang menggambarkan area problem atau problem domain dan juga teknik penyajian yang menggunakan fakta sesuai logika.

Rule/aturan merupakan rincian dalam situasi yang tidak berubah:

·         Kondisi benar dan tidak benar

·         Tindakan yang diambil bila kondisi benar

Interface Engine

Inference Engine merupakan bagian dari Expert System yang membentuk Reasoning dengan menggunakan isi dari knowledge base dalam urutan tertentu.

Dua metode yang digunakan dalam Expert System untuk mengamati Rule, yaitu:

a.            Penalaran ke depan (Forward) atau Forward Chaining

– Evaluasi Rule

– Proses Penalaran Berulang (Iterative Reasoning)

b.            Penalaran ke Belakang (Revierse) atau Backward Chaining.

– Alur Logika Pertama diikuti (First Logical Path)

– Alur Logika Selanjutnya diikuti (Next Logical Path)

Development Engine

Development Engine membangun Rule  Set dengan pendekatan :

1. Bahasa Pemrograman (Programming Language).

2. Bagian Expert System (Expert System Shell)

Peran Sistem Analist sebagai Knowledge Engineer dalam organisasi bisnis dengan menggunakan  keterampilan  untuk membangun aplikasi komputer yang konvesional, yaitu :

Memahami bagaimana Expert menerapkan keahliannya dalam pemecahan masalah.Dapat menarik suatu Description Of  Knowledge dari Expert.

Proses Pengembangan Sistem

Permulaan proses pengembanganPrototype pengembangan Expert SystemPartisipasi UserPemeliharaan Expert System

JENIS-JENIS SISTEM PAKAR

·         Interpretasi

TUGAS SOFTSKILL KEDUA

1. PENGERTIAN KUALITAS
Kualitas atau mutu adalah tingkat baik buruknya atau taraf atau derajat sesuatu [1]. Istilah ini banyak digunakan dalam dalam bisnis, rekayasa, dan manufaktur dalam kaitannya dengan teknik dan konsep untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, seperti Six Sigma, TQM, Kaizen, dll.

REFF : http://id.wikipedia.org/wiki/Kualitas

2. PENGERTIAN DIMENSI DAN DIMENSI KUALITAS PRODUK DAN JASA
Dimensi Kualitas Produk

Menurut Tjiptono (2008), kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Kualitas suatu produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008) adalah:

1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.
2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya produk.
3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
5. Reliability (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.
8. Serviceability, meliputi kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.
Kemudian, menurut Vincent Gaspersz (2005 dalam Alma, 2011) dimensi-dimensi kualitas produk terdiri dari:
3. Manajemen dasar kualitas

1. Kinerja (performance), yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti.
2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap.
3. Kehandalan (reliability), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal pakai.
4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
5. Daya tahan (durability), yaitu berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.
6. Serviceability, meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi, penanganan keluhan yang memuaskan.
7. Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.

REFF : http://mulyajho.blogspot.com/2014/05/pengertian-produk-definisi-kualitas.html

4. TOTAL QUALITY MANAJEMEN/ TOTAL KUALITAS MANAJEMEN
TQM atau Total Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semuaproses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah “suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat.”

Filosofi dasar dari TQM adalah “sebagai efek dari kepuasan konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami kesuksesan.”
Kendaraan yang digunakan dalam TQM:
1. Manajemen Harian
2. Manajemen Kebijakan
3. Manajemen Cross-functional
4. Gugus Kendali Mutu
5. Manajemen Keselamatan Kerja
TQM telah digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan, dan industri jasa, bahkan program-program luar angkasa dan ilmu pengetahuan NASA.

REFF : http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_kualitas_total

5. Kualitas dan keunggulan kompetetif
TMQ adalah subjek yang popular saat ini karena majemen puncak yang memahami bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui kualitas.
1. Kehilangan bisnis, karna tidak memenuhi standar kualitas dari pelangan perusahaan bisnis.
2. Tuntutan hukum, dengan menghasilkan produk dan menyediakan jasa yang berkualitas buruk, prusahaan di tuntut oleh pelangan atas kerusakan atau kecelakaan.
3. Kehilangan produktifitas, material berkualitas rendah mesin yang using atau tidak dapat lagi
4. Biaya- biaya, prusahaan mengikuti proses manajemen kualitas dengan kesadaran penuh bahwa ada biaya yang timbul.
2. Keuntungan kualitas yang baik
Keuntungan yang di dapat perusahaan karna menyediakan produk dan jasa berkualitas baik berasal pendapatan penjualan yang lebih tinggi biaya yang lebih rendah, gabungan kedua menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan.
Sisi sebelah kiri adalah factor” yang di pengaruhi oleh kebijakan, program dan prosedur kualitas perusahaan.
Hubungan “ dalam model ini adalah…
1. Pasar yang di layani oleh industry mencangkup pelangan” dengan kebutuhan produk dan jasa tertentu.
2. Penelitian pemasaran mengidentifikasikan kebutuhan tersebut,
3. Pelangan menganggap produk dan jasa perusahaan berkualitas dari pesaingnya.
4. Karna di anggap lebih berkualitas, pelanggan bersedia membayar harga yang relative lebih tinggi dari pada harga pesaing.
5. Karna di anggap lebih berkulitas dan harganya lebih tinggi, produk tersebut di anggap memiliki nilai yang relative lebih tinggi.
6. Nilai relative lebih tinggi menghasilkan kenaikan dalam pasang pasar.
7. Berkat program berkualitas, perusahaan dapat mengikuti spesifikasi pelanggan lebih baik dari pada para pesaing.
8. Evektifitas ini menghasilkan penurunan biaya dengan produksi produk yang di butuhkan secara benar sejak pertama kali.
9. Penurunan biaya di gabungkan pasang pasar yang lebih luas akan menghasilkan biaya yang lebih muarah dari pada pesaing.
10. Gabungan dari keunggulan relative di bidang harga, pasang pasar dan biaya menciptakan profitabilitas dan pertumbuhan.

6. Bagaimana CBIS memperbaiki kualitas dan produk jasa , Berikan contoh kualitas produk dan jasa.
Perusahaan menjual produk dan jasa pada para pelanggan. Mereka adalah pelanggan eksternal yang berada di luar perusahaan. Jasa informasi berhubungan dengan pelangan eksternal ini melalui system informasi akutansi.
Sia memenuhi pesanan pelangan dan menyedikan dokumen” seperti faktur dan laporan. IS juga memberikan pengaruh tidak langsung, dengan menyediakan informasi dengan para pemakai. Mereka adalah pelangan internal dan mereka ada di seluruh tingkat organisasional dan semua area fungsional.

7. Menetapkan Program TQM
Pendekatan Top-Down
1. Tentukan untuk mengikuti TQM.
2. Tetapkan budaya kualitas.

8. Mencapai Manajemen Kualitas dalam Jasa Informasi
. Mengontrol tingkat kualitas
– Kontrol kualitas dilaksanakan untuk memastikan bahwa
proses produksi dapat memenuhi standar kualitas yang telah
ditetapkan
– Untuk memastikan bahwa kualitas tetap terjaga, secara
periodik perusahaan mengevaluasi karakteristik yang
digunakan untuk mengukur kualitas produk.
– Kontrol dapat dilakukan oleh/dengan :
a. Kontrol oleh karyawan
– Satu orang dapat ditugaskan untuk menilai komponen
pada setiap tahap lini rakitan
– Suatu tim karyawan dpt diberi tanggung jawab untuk
menilai kualitas produk pada berbagai tahap proses
produksi
– Kelompok kerja kontrol kualitas adalah sekelompok
karyawan yang bertugas menilai kualitas produk dan
memberi saran perbaikan.
b. Kontrol oleh tehnologi
– Dapat dilakukan oleh komputer
– Komputer dapat menentukan apakah setiap komponen
suatu produk yang dihasilkan telah memenuhi standar
kualitas tertentu
– Mesin yang dikontrol komputer mempunyai sensor
elektronis yang dapat memilah bagian-bagian yang
cacat.
c. Kontrol oleh sistem pengambilan contoh
– Memilih secara acak beberapa produk yang telah
dihasilkan dan diuji untuk menentukan apakah produk
tersebut telah memenuhi standar kualitas.
d. Kontrol dengan memantau keluhan
– Kualitas harus dinilai bukan saja pada saat produk
dibuat, tapi juga setelah produk terjual.
– Salah satu cara menilai kualitas produk yang telah
terjual adalah memantau proporsi produk yang
dikembalikan atau dengan memantau keluhan
pelanggan
e. Kontrol dengan melaksanakan survai
Mengoreksi Defisiensi
– Proses kontrol tidak hanya mendeteksi defisiensi kualitas, tapi
juga digunakan untuk mengoreksinya.
– Faktor-faktor penyebab kualitas defisiensi :
a. Bahan baku mungkin tidak baik
b. Kualitas kerja karyawan mungkin tidak baik
c. Mesin dan peralatan yang dipakai untuk memproduksi mungkin
tidak berfungsi dengan baik.

9. Menetapkan Kualitas Informasi Sistem dalam Perspektif..
Kualitas sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru bagi IS. Banyak perusahaan yang telah bertahun – tahun membuat usaha terpadu untuk mencapai kualitas. Namun, yang baru adalaha perhatian pada kualitas IS dalam konteks budaya kualitas perusahaan.