TUGAS SOFTSKILL KEDUA

1. PENGERTIAN KUALITAS
Kualitas atau mutu adalah tingkat baik buruknya atau taraf atau derajat sesuatu [1]. Istilah ini banyak digunakan dalam dalam bisnis, rekayasa, dan manufaktur dalam kaitannya dengan teknik dan konsep untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan, seperti Six Sigma, TQM, Kaizen, dll.

REFF : http://id.wikipedia.org/wiki/Kualitas

2. PENGERTIAN DIMENSI DAN DIMENSI KUALITAS PRODUK DAN JASA
Dimensi Kualitas Produk

Menurut Tjiptono (2008), kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Kualitas suatu produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008) adalah:

1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.
2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya produk.
3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
5. Reliability (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.
8. Serviceability, meliputi kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.
Kemudian, menurut Vincent Gaspersz (2005 dalam Alma, 2011) dimensi-dimensi kualitas produk terdiri dari:
3. Manajemen dasar kualitas

1. Kinerja (performance), yaitu karakteristik operasi pokok dari produk inti.
2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features), yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap.
3. Kehandalan (reliability), yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal pakai.
4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to specification), yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
5. Daya tahan (durability), yaitu berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.
6. Serviceability, meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah direparasi, penanganan keluhan yang memuaskan.
7. Estetika, yaitu daya tarik produk terhadap panca indera.

REFF : http://mulyajho.blogspot.com/2014/05/pengertian-produk-definisi-kualitas.html

4. TOTAL QUALITY MANAJEMEN/ TOTAL KUALITAS MANAJEMEN
TQM atau Total Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semuaproses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah “suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat.”

Filosofi dasar dari TQM adalah “sebagai efek dari kepuasan konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami kesuksesan.”
Kendaraan yang digunakan dalam TQM:
1. Manajemen Harian
2. Manajemen Kebijakan
3. Manajemen Cross-functional
4. Gugus Kendali Mutu
5. Manajemen Keselamatan Kerja
TQM telah digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan, dan industri jasa, bahkan program-program luar angkasa dan ilmu pengetahuan NASA.

REFF : http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_kualitas_total

5. Kualitas dan keunggulan kompetetif
TMQ adalah subjek yang popular saat ini karena majemen puncak yang memahami bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui kualitas.
1. Kehilangan bisnis, karna tidak memenuhi standar kualitas dari pelangan perusahaan bisnis.
2. Tuntutan hukum, dengan menghasilkan produk dan menyediakan jasa yang berkualitas buruk, prusahaan di tuntut oleh pelangan atas kerusakan atau kecelakaan.
3. Kehilangan produktifitas, material berkualitas rendah mesin yang using atau tidak dapat lagi
4. Biaya- biaya, prusahaan mengikuti proses manajemen kualitas dengan kesadaran penuh bahwa ada biaya yang timbul.
2. Keuntungan kualitas yang baik
Keuntungan yang di dapat perusahaan karna menyediakan produk dan jasa berkualitas baik berasal pendapatan penjualan yang lebih tinggi biaya yang lebih rendah, gabungan kedua menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan.
Sisi sebelah kiri adalah factor” yang di pengaruhi oleh kebijakan, program dan prosedur kualitas perusahaan.
Hubungan “ dalam model ini adalah…
1. Pasar yang di layani oleh industry mencangkup pelangan” dengan kebutuhan produk dan jasa tertentu.
2. Penelitian pemasaran mengidentifikasikan kebutuhan tersebut,
3. Pelangan menganggap produk dan jasa perusahaan berkualitas dari pesaingnya.
4. Karna di anggap lebih berkualitas, pelanggan bersedia membayar harga yang relative lebih tinggi dari pada harga pesaing.
5. Karna di anggap lebih berkulitas dan harganya lebih tinggi, produk tersebut di anggap memiliki nilai yang relative lebih tinggi.
6. Nilai relative lebih tinggi menghasilkan kenaikan dalam pasang pasar.
7. Berkat program berkualitas, perusahaan dapat mengikuti spesifikasi pelanggan lebih baik dari pada para pesaing.
8. Evektifitas ini menghasilkan penurunan biaya dengan produksi produk yang di butuhkan secara benar sejak pertama kali.
9. Penurunan biaya di gabungkan pasang pasar yang lebih luas akan menghasilkan biaya yang lebih muarah dari pada pesaing.
10. Gabungan dari keunggulan relative di bidang harga, pasang pasar dan biaya menciptakan profitabilitas dan pertumbuhan.

6. Bagaimana CBIS memperbaiki kualitas dan produk jasa , Berikan contoh kualitas produk dan jasa.
Perusahaan menjual produk dan jasa pada para pelanggan. Mereka adalah pelanggan eksternal yang berada di luar perusahaan. Jasa informasi berhubungan dengan pelangan eksternal ini melalui system informasi akutansi.
Sia memenuhi pesanan pelangan dan menyedikan dokumen” seperti faktur dan laporan. IS juga memberikan pengaruh tidak langsung, dengan menyediakan informasi dengan para pemakai. Mereka adalah pelangan internal dan mereka ada di seluruh tingkat organisasional dan semua area fungsional.

7. Menetapkan Program TQM
Pendekatan Top-Down
1. Tentukan untuk mengikuti TQM.
2. Tetapkan budaya kualitas.

8. Mencapai Manajemen Kualitas dalam Jasa Informasi
. Mengontrol tingkat kualitas
– Kontrol kualitas dilaksanakan untuk memastikan bahwa
proses produksi dapat memenuhi standar kualitas yang telah
ditetapkan
– Untuk memastikan bahwa kualitas tetap terjaga, secara
periodik perusahaan mengevaluasi karakteristik yang
digunakan untuk mengukur kualitas produk.
– Kontrol dapat dilakukan oleh/dengan :
a. Kontrol oleh karyawan
– Satu orang dapat ditugaskan untuk menilai komponen
pada setiap tahap lini rakitan
– Suatu tim karyawan dpt diberi tanggung jawab untuk
menilai kualitas produk pada berbagai tahap proses
produksi
– Kelompok kerja kontrol kualitas adalah sekelompok
karyawan yang bertugas menilai kualitas produk dan
memberi saran perbaikan.
b. Kontrol oleh tehnologi
– Dapat dilakukan oleh komputer
– Komputer dapat menentukan apakah setiap komponen
suatu produk yang dihasilkan telah memenuhi standar
kualitas tertentu
– Mesin yang dikontrol komputer mempunyai sensor
elektronis yang dapat memilah bagian-bagian yang
cacat.
c. Kontrol oleh sistem pengambilan contoh
– Memilih secara acak beberapa produk yang telah
dihasilkan dan diuji untuk menentukan apakah produk
tersebut telah memenuhi standar kualitas.
d. Kontrol dengan memantau keluhan
– Kualitas harus dinilai bukan saja pada saat produk
dibuat, tapi juga setelah produk terjual.
– Salah satu cara menilai kualitas produk yang telah
terjual adalah memantau proporsi produk yang
dikembalikan atau dengan memantau keluhan
pelanggan
e. Kontrol dengan melaksanakan survai
Mengoreksi Defisiensi
– Proses kontrol tidak hanya mendeteksi defisiensi kualitas, tapi
juga digunakan untuk mengoreksinya.
– Faktor-faktor penyebab kualitas defisiensi :
a. Bahan baku mungkin tidak baik
b. Kualitas kerja karyawan mungkin tidak baik
c. Mesin dan peralatan yang dipakai untuk memproduksi mungkin
tidak berfungsi dengan baik.

9. Menetapkan Kualitas Informasi Sistem dalam Perspektif..
Kualitas sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru bagi IS. Banyak perusahaan yang telah bertahun – tahun membuat usaha terpadu untuk mencapai kualitas. Namun, yang baru adalaha perhatian pada kualitas IS dalam konteks budaya kualitas perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s