tuas softskill

baru-baru ini dikabarkan santer oleh media massa terkemuka di Indonesia, bahwa bapak mantan Direktur Utama PLN yang pernah menjabat sebagai Menteri BUMN di era SBY kini terjerat kasus korupsi dan pencucian uang.

Menurut Kepala Kejati Jakarta, Adi Toegarisman, dalam jumpa pers pada Jumat (5/6) sore. Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dalam posisi sebagai kuasa pengguna anggaran dalam kasus dugaan korupsi pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Proyek ini bernilai sekitar Rp. 1,063 triliun.

Namun bukan masalah korupsi atau pencucian uang yang yang akan saya bahas disini, Melainkan bagaimana tanggapan resmi beliau setelah dinyatakan sebagai tersangka oleh pihak kejaksaan. mari kita baca bersama-sama.

Apa komentar Dahlan Iskan?

Penetapan saya sebagai tersangka ini saya terima dengan penuh tanggung jawab. Setelah ini saya akan mempelajari apa yang sebenarnya terjadi dengan proyek-proyek gardu induk tersebut karena sudah lebih dari tiga tahun saya tidak mengikuti perkembangannya.

Saya ambil tanggung jawab ini karena sebagai KPA saya memang harus tanggung jawab atas semua proyek itu. Termasuk apa pun yang dilakukan anak buah. Semua KPA harus menandatangani surat pernyataan seperti itu dan kini saya harus ambil tanggung jawab itu.

Saya juga banyak ditanya soal usulan-usulan saya untuk menerobos peraturan-peraturan yang berlaku. Saya jawab bahwa itu karena saya ingin semua proyek bisa berjalan. Saya kemukakuan pada pemeriksa bahwa saya tidak tahan menghadapi keluhan rakyat atas kondisi listrik saat itu. Bahkan beberapa kali saya mengemukakan saya siap masuk penjara karena itu.

Kini ternyata saya benar-benar jadi tersangka. Saya harus menerimanya. Hanya saya harus minta maaf kepada istri saya yang dulu melarang keras saya menerima penugasan menjadi Dirut PLN karena hidup kami sudah lebih dari cukup.

Saya akan minta teman-teman direksi PLN untuk mengijinkan saya melihat dokumen-dokumen lama karena saya tidak punya satu pun dokumen PLN.

Tanggapan saya :

Dari awal saya membaca tentang kasus ini, saya langsung berfikir bahwa menurut saya dahlan iskan tidak bersalah, mungkin saja dia di fitnah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan yang melakukan tindak pidana korupsi merupakan bawahannya yang tidak di ketahui oleh dahlan iskan, karena pada saat itu dahlan iskan masih menjadi menteri BUMN jadinya segala tuduhan di limpahkan kepada dahlan iskan.

Dan benar saja dahlan iskan hanya menjadi saksi, Kejaksaan Agung telah menetapkan dua orang tersangka yaitu mantan petinggi di Kementerian BUMN sekaligus Direktur Utama Perusahaan Umum Perikanan Indonesia, Agus Suherman dan Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi.

Namun Dahlan Iskan menerima dengan penuh tanggung jawab dan lapang dada setelah mengetahui dirinya ditetapkan sebagai tersangka korupsi, Walaupun sebenarnya beliau tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi dan apa yang dilakukan anak buahnya pada proyek pengadaan gardu PLN tersebut.

Pada kenyataannya apa yang telah terjadi tidak bisa diulang kembali, beliau harus menerima apapun konsekuensinya. Karena seorang pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas semua perbuatan anak buahnya. Walaupun sebenarnya pemimpin tersebut tidak bersalah akan tetapi pertanggungjawaban itu suatu saat pasti akan dipertanyakan, baik di dunia maupun di akhirat.

Nama : sherly yunita

Kelas :3DA02

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s